Daftar Isi
TogglePenulis: Riyan Wicaksono

Nama Lengkap: Donald John Trump
Tempat Lahir: Queens, New York City, Amerika Serikat
Tanggal Lahir: 14 Juni 1946
Pekerjaan: Pengusaha, Reality TV Star, Politikus, Presiden ke-45 Amerika Serikat
Partai Politik: Partai Republik
Status Pernikahan: Menikah dengan Melania Trump (sejak 2005)
Anak: Ivanka Trump, Donald Trump Jr., Eric Trump, Tiffany Trump, Barron Trump
Agama: Kristen Protestan (Presbiterian)

Pendidikan Awal dan Latar Belakang Keluarga

Donald John Trump lahir di dalam keluarga kelas menengah di Queens, New York City, sebagai anak kelima dari lima bersaudara. Ayahnya, Frederick C. Trump, adalah seorang pengusaha real estate yang sukses, sementara ibunya, Mary MacLeod Trump, adalah imigran asal Skotlandia. Sejak kecil, Donal Trump sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis, khususnya real estat, berkat pengaruh besar ayahnya.
Trump memulai pendidikan dasarnya di Kew-Forest School di Queens, namun pada usia 13 tahun, orang tuanya memindahkannya ke New York Military Academy, sebuah sekolah menengah swasta yang lebih disiplin dan terstruktur. Pada saat itulah Trump mulai menunjukkan kepribadian yang lebih agresif dan ambisius.
Setelah lulus dari sekolah menengah, Trump melanjutkan pendidikan di Wharton School of the University of Pennsylvania, yang merupakan salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia. Di Wharton, Trump mengambil jurusan ekonomi dan lulus pada tahun 1968 dengan gelar Bachelor of Science.
Karier Bisnis dan Pengembangan Kekayaan

Setelah lulus dari Wharton, Trump bergabung dengan perusahaan ayahnya, Elizabeth Trump & Son, yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan properti. Pada tahun 1971, Trump mengambil alih kendali penuh perusahaan tersebut dan mengubah nama perusahaan menjadi The Trump Organization. Trump memiliki ambisi besar untuk mengembangkan perusahaan dan memperluas pengaruhnya di dunia real estat Manhattan. Ia pertama kali mendapatkan perhatian besar pada 1978, ketika ia berhasil membeli dan mengembangkan Grand Hyatt Hotel di New York City.
Pada tahun 1980-an, Trump mulai dikenal lebih luas dengan proyek-proyek besar yang ia lakukan di Manhattan, termasuk pembangunan Trump Tower, sebuah gedung pencakar langit mewah yang menjadi simbol kesuksesannya. Selama dekade tersebut, Trump terus memperluas kerajaan bisnisnya dengan membeli properti-properti besar, termasuk Trump Plaza Hotel, Trump Castle, dan lapangan golf serta resor lainnya di seluruh dunia. Ia juga terlibat dalam pengembangan kasino dan hotel di Atlantic City, yang meskipun sempat sukses, akhirnya menghadapi masalah keuangan yang cukup besar.
Trump terkenal dengan kemampuannya dalam menarik perhatian media. Ia sering menggunakan taktik sensasional untuk mempromosikan proyek-proyeknya. Meskipun beberapa kali menghadapi krisis keuangan, termasuk kebangkrutan yang melibatkan beberapa perusahaan properti dan kasino pada awal 1990-an, Trump berhasil mempertahankan pengaruhnya di dunia bisnis dan kembali bangkit dengan memperluas investasi di sektor hiburan dan properti mewah.
Kehidupan Selebriti dan Dunia Televisi

Selain menjadi pengusaha sukses, Donald Trump juga menjadi tokoh publik yang dikenal luas melalui acara televisi The Apprentice. Pada tahun 2004, Trump memulai karirnya di dunia hiburan dengan menjadi pembawa acara reality show yang berfokus pada pencarian bakat dan keterampilan manajerial. The Apprentice sukses besar dan membuatnya semakin dikenal sebagai seorang tokoh yang kaya dan berkuasa. Dalam acara tersebut, Trump terkenal dengan frase “You’re fired!”, yang menjadi simbol dari kepemimpinan kerasnya.
Keberhasilannya di televisi memberikan peluang lebih besar untuk Trump untuk membangun merek pribadinya dan menambah kekayaan. Ia meluncurkan berbagai produk dan layanan yang menggunakan merek Trump, termasuk Trump Steaks, Trump Vodka, dan Trump University—meskipun beberapa usaha ini berakhir dengan kontroversi dan kegagalan.
Masuk ke Dunia Politik: Kampanye Presidensial 2016
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/23/8da4171e-908f-4a1e-bb7c-6c3230279386_jpg.jpg)
Donald Trump secara resmi memasuki dunia politik pada 16 Juni 2015, ketika ia mengumumkan pencalonannya untuk Presiden Amerika Serikat. Sebelumnya, meskipun Trump memiliki kedekatan dengan beberapa politisi dari kedua belah pihak, ia tidak pernah terlibat secara langsung dalam politik. Pencalonan Trump sebagai calon dari Partai Republik mengejutkan banyak pihak, karena ia bukanlah tokoh politik yang berpengalaman. Namun, Trump membawa pendekatan baru dalam kampanye politik, dengan menekankan isu-isu seperti imigrasi, perdagangan, dan kebijakan luar negeri yang lebih agresif.
Trump berhasil mengalahkan sejumlah calon potensial dalam kontes internal Partai Republik, dan pada akhirnya menjadi calon presiden dari partainya. Kampanye Trump dikenal dengan pesan-pesan populis dan nasionalis yang kuat, serta janji-janji untuk mengembalikan Amerika ke masa kejayaannya. Salah satu kebijakan paling kontroversial yang ia angkat adalah pembatasan imigrasi yang ketat dan rencana pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.
Meskipun awalnya dianggap sebagai kandidat yang tidak mungkin menang, Trump berhasil memperoleh dukungan dari banyak pemilih yang merasa kecewa dengan politisi arus utama dan dianggap lebih mewakili aspirasi mereka. Pada pemilihan umum 2016, Trump mengalahkan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, meskipun Clinton memenangkan lebih banyak suara secara nasional. Keberhasilan Trump di Electoral College membuatnya terpilih sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat.
Presiden AS ke-45: Masa Kepemimpinan 2017–2021

Kebijakan Ekonomi
Sebagai presiden, Trump memprioritaskan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi pajak, menghapus regulasi bisnis, dan meningkatkan lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. Salah satu pencapaiannya adalah pengesahan Tax Cuts and Jobs Act pada 2017, yang mengurangi pajak perusahaan dan individu secara signifikan. Meskipun kebijakan ini menuai kritik dari beberapa kalangan, Trump memuji kebijakan tersebut karena meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Kebijakan Luar Negeri
Dalam hal kebijakan luar negeri, Trump mengadopsi pendekatan yang lebih unilateral dan berfokus pada prinsip America First. Ia menarik Amerika Serikat dari berbagai perjanjian internasional, termasuk Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, Kesepakatan Nuklir Iran, dan Perjanjian Perdagangan Trans-Pasifik (TPP). Trump juga memperkenalkan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis, termasuk tarif pada barang-barang impor dari China dan negara-negara lainnya.
Kontroversi dan Impeachment
Masa jabatan Trump juga diwarnai oleh sejumlah kontroversi, baik dalam kebijakan dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu peristiwa besar adalah upaya untuk memakzulkan Trump oleh DPR Amerika Serikat pada 2019, yang mengklaim bahwa ia menyalahgunakan kekuasaannya dalam upaya untuk menekan Ukraina agar membuka penyelidikan terhadap Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat. Trump akhirnya dibebaskan dari pemakzulan oleh Senat yang dikuasai oleh Partai Republik.
Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada awal 2020 menjadi salah satu tantangan terbesar dalam masa kepresidenannya. Tanggapan pemerintahannya terhadap pandemi, yang banyak dikritik karena dianggap terlambat dan tidak memadai, menjadi sumber ketegangan besar di dalam negeri. Trump juga menghadapi tekanan besar terkait penanganan krisis ekonomi dan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh pandemi.
Kerusuhan Capitol dan Pemilu 2020
Pada 2020, Trump mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, namun kalah dalam pemilihan umum dari Joe Biden. Trump dan banyak pendukungnya menuduh adanya kecurangan dalam pemilu, meskipun tidak ada bukti yang membenarkan klaim tersebut. Ketegangan politik meningkat setelah insiden kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021, ketika para pendukung Trump menyerbu gedung Capitol untuk mencoba menggagalkan sertifikasi kemenangan Biden. Peristiwa ini menyebabkan banyak protes dan kritik keras terhadap kepemimpinan Trump.
Warisan dan Kontroversi yang Terus Berlanjut
Setelah meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021, Trump tetap menjadi tokoh penting dalam politik Amerika. Ia memiliki pengaruh yang besar di kalangan pemilih Partai Republik dan terus menjadi suara dominan dalam diskusi politik nasional. Banyak pihak yang menganggap Trump sebagai simbol perubahan dalam politik AS, tetapi pada saat yang sama, banyak kritik yang menilai kepemimpinannya sebagai divisif dan kontroversial. Pada 2024, Trump kembali mencalonkan diri untuk kursi presiden, menunjukkan bahwa pengaruh dan warisannya terus berlanjut.
Keputusan-keputusan dan kebijakan Trump yang berani, bersama dengan gaya kepemimpinan yang sering kali penuh gesekan, akan terus menjadi bahan diskusi dalam dekade-dekade mendatang. Sebagai seorang tokoh yang sangat polarizing, warisan politik Donald Trump tetap diperdebatkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
TONTON JUGA VIDEO DI BAWAH
