lifeso.me, 23 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Srinagar, Kashmir — Pada Selasa, 22 April 2025, sebuah serangan bersenjata terjadi di kawasan Baisaran, dekat Pahalgam, di wilayah Jammu dan Kashmir, India. Serangan ini menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kronologi Kejadian

Serangan berlangsung sekitar pukul 14:30 waktu setempat di Baisaran, sebuah padang rumput yang dikenal sebagai “mini Switzerland” karena pemandangannya yang indah. Saat itu, kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang menikmati cuaca cerah setelah beberapa hari hujan. Para pelaku, yang diduga berjumlah antara empat hingga enam orang, muncul dari hutan sekitar dan mulai menembaki kerumunan wisatawan secara acak.People.com+2The New Indian Express+2Wikipedia+2
Menurut saksi mata, para penyerang mengenakan pakaian mirip polisi dan awalnya meminta identitas para wisatawan. Mereka kemudian memisahkan para pria dari wanita, menanyakan apakah mereka Muslim, dan meminta mereka untuk membaca kalimat syahadat. Beberapa korban yang tidak dapat memenuhi permintaan tersebut ditembak mati di tempat. Seorang penyerang bahkan dikabarkan mengatakan kepada seorang wanita yang selamat bahwa dia dibiarkan hidup agar dapat menceritakan kejadian tersebut kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi.Wikipedia
Korban dan Identitas
![]()
Dari 28 korban tewas, sebagian besar adalah wisatawan domestik dari berbagai negara bagian India, termasuk Karnataka, Kerala, Maharashtra, Gujarat, dan Uttar Pradesh. Selain itu, terdapat dua wisatawan asing yang tewas, masing-masing berasal dari Nepal dan Uni Emirat Arab. Korban juga termasuk seorang perwira Angkatan Laut India berusia 26 tahun dan seorang pejabat dari Biro Intelijen India.Wikipedia
Tanggapan Pemerintah dan Pihak Berwenang

Pemerintah India segera mengecam serangan tersebut dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh. Perdana Menteri Narendra Modi memutuskan untuk mempersingkat kunjungannya ke Arab Saudi dan kembali ke India untuk memimpin respons terhadap insiden ini. Menteri Dalam Negeri Amit Shah juga mengunjungi Srinagar untuk meninjau situasi keamanan dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Pihak berwenang meluncurkan operasi pencarian dan pengepungan di daerah sekitar Pahalgam, dengan melibatkan pasukan polisi dan militer. Helikopter dikerahkan untuk mencari para pelaku, dan sebagian wilayah Pahalgam diberlakukan lockdown sementara.DIE WELT+3AP News+3Wikipedia+3
Tanggung Jawab dan Latar Belakang Serangan

Kelompok militan The Resistance Front (TRF), yang merupakan pecahan dari kelompok teroris Lashkar-e-Taiba (LeT), mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. TRF dikenal sebagai kelompok yang menentang dominasi India di Kashmir dan telah terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut. Serangan ini menandai perubahan signifikan dalam pola serangan di Kashmir, di mana wisatawan sebelumnya relatif aman dari kekerasan.DIE WELT+2The New Indian Express+2Wikipedia+2
Motivasi di balik serangan ini diduga terkait dengan upaya kelompok militan untuk menentang perubahan demografis di Lembah Kashmir dan mengekspresikan penolakan terhadap kehadiran wisatawan non-Muslim di wilayah tersebut.
Reaksi Internasional

Serangan ini menuai kecaman keras dari komunitas internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut insiden ini sebagai “berita yang sangat mengganggu” dan menyatakan dukungan penuh kepada India dalam memerangi terorisme. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan solidaritas kepada India. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk keras serangan tersebut dan menyerukan agar para pelaku dibawa ke pengadilan.
Dampak terhadap Pariwisata dan Keamanan di Kashmir
Serangan ini mengguncang industri pariwisata di Kashmir, yang sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah penurunan tajam akibat ketegangan politik dan keamanan. Kawasan Pahalgam, yang dikenal dengan keindahan alamnya, telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan domestik dan internasional.The New Indian Express+1Wikipedia+1
Pihak berwenang berjanji untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di seluruh wilayah Kashmir guna melindungi warga dan wisatawan. Namun, serangan ini menyoroti tantangan besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah yang telah lama dilanda konflik.
Kesimpulan
Serangan di Pahalgam pada 22 April 2025 merupakan tragedi besar yang menyoroti kerentanannya kawasan Kashmir terhadap kekerasan ekstremis. Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga mengguncang industri pariwisata dan menambah ketegangan di wilayah yang telah lama dilanda konflik. Respons cepat dari pemerintah India dan dukungan internasional menunjukkan komitmen untuk mengatasi terorisme dan menjaga perdamaian di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Pesan Paskah Donald Trump: Kritik Tajam kepada Biden dan “Kiri Radikal”
BACA JUGA: Korea Utara Diam-diam Bangun Kapal Selam Nuklir Terbesar, Diduga Dibantu Rusia
BACA JUGA: Telepon Cak Imin, Prabowo Minta Menteri-menterinya Rapatkan Barisan